Computer Ethics

Satu lagi artikel tentang mata kuliah yang saya ambil di Rijksuniversiteit Groningen. Computer Ethics adalah mata kuliah pilihan yang ditawarkan bagi mahasiswa Computing Science. Makul ini berisi tentang etika-etika yang dihadapi di dunia perkomputeran.

Continue Reading →

05. June 2015 by gdputra
Categories: Cerita, CS@RUG, west | Tags: , , , | Leave a comment

Student Colloquium

Student Colloquium adalah mata kuliah yang sangat menuntut mahasiswa untuk aktif di dalamnya. Pada makul ini, mahasiswa diminta untuk berpasang-pasangan menulis sebuah review paper dari topik-topik yang disediakan (biasanya topik berasal dari mahasiswa PhD) atau topik pilihan sendiri. Mahasiswa akan diberikan paper-paper rujukan awal, atau mencari sendiri paper rujukan jika topik datang dari mahasiswa itu sendiri. Continue Reading →

04. June 2015 by gdputra
Categories: CS@RUG, west | Tags: , , , , | Leave a comment

Sebuah Capaian Itu Perlu Perjuangan dan Pengorbanan

Pada suatu hari saya belajar lagi satu hal, bahwa untuk mendapakan sesuatu kita harus berjuang dan kadang kala mengorbankan sesuatu, misalnya waktu.

Waktu yang bisanya bisa digunakan untuk bersantai, waktu yang bisa digunakan untuk kegiatan yang kita senangi, waktu yang bisa kita gunakan untuk bertemu dengan orang terdekat kita, acap kali harus kita korbankan.

Namun pandai-pandailah dalam mengorbankan sesuatu. Dan yakinlah bahwa semua akan indah pada waktunya.

23. April 2015 by gdputra
Categories: Artikel | 1 comment

Yang Serba Instan Itu Kurang Baik

Di sini saya belajar bahwa untuk meraih sesuatu, tidaklah instan. Kita butuh perjuangan yang memakan tenaga, pikiran, dan waktu.

Memang segala sesuatu yang instant itu kurang baik.

23. April 2015 by gdputra
Categories: Artikel | Leave a comment

Pengalaman Kuliah Pertama di Barat

Alhamdulillah saya sudah pernah mendapat kesempatan untuk belajar di timur (Jepang). Dan saat ini saya sedang belajar di barat. Bisa dikatakan, sistem pendidikannya sangat berbeda.

Orang-orang di barat cenderung vokal dan percaya diri dalam berpendapat. Makanya di kelas terjadi interaksi yang bagus antara dosen dan mahasiswa. Acap kali ada pertanyaan konyol, tapi itu tidak masalah. Yang dilontarkan sang mahasiswapun tak selalu benar, kadang kali pendapat seorang mahasiswa keliru dan dosen akan membenarkannya. Dengan ini, diskusi di kelas bisa mengalir.

Orang Indonesia, konon katanya, kurang vokal dalam berbicara. Mereka cenderung kelamaan mikir sebelum berbicara. Sehingga waktu hendak bicara, justru sudah terlambat.

20. March 2015 by gdputra
Categories: Artikel, Cerita, west | Tags: , | Leave a comment

Bagaimana Susahnya Kuliah di Luar Negeri

Sekolah di negeri seberang akhir-akhir ini menjadi impian banyak orang di Indonesia, terlebih saat banyaknya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Namun, tidak seperti kelihatannya,  belajar atau sekolah di luar negeri juga menyimpan kesulitan-kesulitan.

Hal pertama yang biasa dihadapi mahasiswa di rantau adalah tidak ada kegiatan, yang otomatis jadi banyak nganggur. Belum bertemu teman yang banyak sehingga banyak waktu habis untuk sendiri. Hal ini juga berdasar pengalaman dari temen yang sama-sama mulai kuliah ini. Terlebih jika belum dapat koneksi internet, yang otomatis susah berkomunikasi dengan dunia luar. Tapi biasanya dengan berjalannya waktu, bertambahnya teman, bermunculannya banyak kegiatan, masalah ini akan hilang dengan sendirinya.

Masalah lain adalah kendala bahasa yang akan menjadi masalah besar jika negara tujuan bukan negara berbahasa Inggris. Tidak semua penduduk negara non-native bisa berbahasa Inggris dengan baik. Tapi ada hikmah di balik problema ini, karena biasanya setelah pulang ke negara asal, si mahasiswa bisa berbahasa negara tersebut, walaupun terbata-bata.

Lingkungan dan budaya yang sama sekali baru juga bisa menimbulkan masalah pada awalnya. Namun sebenarnya ini adalah keasikan tersendiri, untuk mengenal budaya baru, dan mahasiswa bisa belajar banyak dari itu.

Masalah yang terpenting bagi orang Indonesia, adalah makanan. Acap kali masakan di negara tujuan tidak cocok dengan selera khas lidah masyarakat Indonesia. Di toko-toko pun, bisa jadi sulit ditemukan bumbu masakan khas Indonesia. Tetapi biasanya, di toko bahan makanan impor, dapat dengan mudah bumbu-bumbu khas Indonesia dan bahkan mie instan khas Indonesia. Bagi muslim, perlu ekstra hati-hati untuk membeli makanan karena di negara asing yang mayoritas bukan muslim, biasanya tidak ada sertifikasi halal. Untuk mendapatkan bahan makanan halal, biasanya dapat ditemui di toko-toko timur tengah yang menjual daging halal.

Sebenarnya masih banyak kendala lain yang akan dihadapi oleh mahasiswa di negeri orang. Pada initinya, nikmati saja, lama-lama akan terbiasa. Semua itu butuh proses.

18. March 2015 by gdputra
Categories: Artikel | Leave a comment

Rasa Syukur dan Cita-Cita

Makan tempe sedih, karena ingat sate. Dapat rejeki 100.000 rupiah sedih, sebab ingat 10jt rupiah. Semua tergantung bagaimana kita melihat keadaan pada suatu waktu.

Putar sudut pandang dalam melihat keadaan. Syukuri apa yang anda miliki sekarang, agar anda tetap dapat merasakan nikmat dari yang Kuasa.

Makan tempe pun nikmatnya luar biasa, ingatlah banyak orang yang kelaparan. Dapat rejeki 100 ribu pun alhamdulillah, sebab banyak orang yang belum tentu bisa mendapatkan rejeki yang sama.

Bercita-cita lebih memang perlu, bahkan harus. Agar dapat bergerak ke yang lebih baik. Namun, untuk dapat lebih bersyukur, fokuslah pada saat ini dengan apa yang anda punya.

01. March 2015 by gdputra
Categories: Artikel, Cerita | 1 comment

Tuhan, Teknik, dan Tanah Air

Sebuah esai milik adik saya yang dipublikasikan untuk tugas ospeknya (PPSMB).

Sebagai mahasiswa baru fakultas teknik universitas gadjah mada, mengerti dan memahami seluk beluk tentang ketiga topic di atas adalah suatu hal yang wajib. Perlu diingat, universitas dan fakultas tempat kami akan belajar telah mencetak lulusan-lulusan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Agar dapat menjelaskan secara detail dan terperinci tentang ketiga topic di atas beserta korelasinya, esai ini saya bagi ke dalam beberapa paragraph.

Bagi bangsa Indonesia, sebuah bangsa yang terkenal religious, kata Tuhan memang sudah tidak asing di telinga. Jika kita menengok definisi dari kata tersebut, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dirilis oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Tuhan tergolong ke dalam jenis kata benda yang memiliki arti sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sbg yg Mahakuasa, Mahaperkasa. Beranjak dari definisi tersebut, kata Tuhan memang sangat identic dengan kata agama, karena dalam agama selalu mengajarkan, sebagai manusia, hamba dari Tuhan, kita harus mengingat keberadaan Tuhan dan menyembahnya.

Lebih jauh tentang agama, jika dijabarkan secara sederhana, ada beberapa konsep tentang ketuhanan yang umum dalam teologi keagamaan. Konsep ketuhanan yang cukup umum adalah teis dan ateis, di mana teis berarti percaya akan adanya Tuhan dan ateis berarti tidak percaya akan adanya Tuhan serta tidak mempraktekkan ritual keagamaan tertentu. Indonesia, yang sampai saatini secara de jure hanya mengakui lima agama, otomatis tidak mengakui ateisme dalam kehukumannya. Sedangkan teis, dapat dibagi kedalam agnostic, monoteisme, dan politeisme. Agnostik berarti percaya dan mengerti akan eksistensi Tuhan sebagai yang memiliki kekuatan tak terbatas dan maha kuasa, tetapi kaum agnostic tidak melakukan dan mempercayai agama tertentu. Secara harfiah, politeisme ketuhanan yang terdiri dari beberapa Tuhan, sedangkan monoteisme berarti ketuhanan yang terdiri dari hanya satu Tuhan.

Agama selalu terkait dengan konsep politeisme dan monoteisme. Salah satu agama yang menyokong konsep monoteisme adalah agama samawi, atau agama abrahamik. Agama-agama yang merupakan agama dari mayoritas penduduk dunia ini jika dirunut akan berakar pada Nabi Ibrahim AS. Seperti yang orang banyak sudah ketahui, agama ini meliputi Yahudi, Kristen, dan Islam. Sedangkan agama-agama yang mendukung konsep politeisme adalah agama-agama yang sudah ada bahkan sebelum agama samawi turun, seperti kepercayaan Yunani, Mesir, dan Babilonia Kuno, dan agama Hindu.

Lanjut pembahasan untuk topic ke dua, Teknik. Sesungguhnya kata teknik berasal dari kata yunani Teknos yang memiliki arti teknik atau alat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata teknik berarti pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yg berkenaan dng hasil industry. Namun secara sederhana, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, kata teknik berarti rekayasa, yang secara harfiah menurut KBBI diartikan sebagai penerapan kaidah-kaidah ilmu dl pelaksanaan (spt perancangan, pembuatan konstruksi, serta pengoperasian kerangka, peralatan, dan sistem yg ekonomis dan efisien).

Sedangkan para pelaku perteknikan di Indonesia lazimnya disebut sebagai insinyur, dengan titel “Ir.” di depan nama orang tersebut. Namun sejatinya, sejak pemberlakuan tentang gelar kesarjanaan baru pada tahun 1993, gelar “Ir.” sudah tidak digunakan lagi dan sebagai gantinya, digunakanlah gelar Sarjana Teknik atau disingkat S.T.

Dalam prakteknya di dunia industry Indonesia, para insinyur memiliki wadah tempat mereka bernaung, yaitu Persatuan Insinyur Indonesia. Persatuan Insinyur Indonesia atau PII adalah nama sebuah asosiasi yang menghimpun para insinyur atau lulusan Fakultas Teknik dan Fakultas Teknik Pertanian di seluruh Indonesia. Anggotanya adalah insinyur warga negara Indonesia dan bisa mencakup lulusan universitas dalam dan luar negeri. Selain itu, banyak organisasi lain yang juga menjadi wadah namun hanya spesifik pada bidang tertentu. Sebagai contoh, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang mewadahi para arsitek di Indonesia, Institute of Electronic and Electrical Engineers (IEEE) yang mewadahi para insinyur kelistrikan di dunia.

Beranjak dari kata teknik, topic lain yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah tanah air. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang barusaja memperingati hari jadi ke 69 merupakan tanah air bagi dua ratusan juta manusia di penjuru dunia. Bila ditengok dari arti katanya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tanah air berarti negeri tempat kelahiran. Hal ini berarti juga, bahwa siapapun manusia yang lahir di Indonesia, berhak untuk memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Jika ditengok lebih jauh, sebenarnya kata tanah air memiliki lawan katanya tersendiri, yaitu diaspora. Menurut KBBI, diaspora berarti masa tercerai-berainya suatu bangsa yg tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tsb tidak memiliki negara, msl bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pd tahun 1948. Sebagai contoh diaspora, sebenarnya ada beberapa warga Indonesia yang mengalami diaspora, mayoritas dari mereka, menurut data dari Wikipedia, tinggal di Negara Malaysia, Arab Saudi, dan Belanda.

Ketiga topic di atas yang sudah dijelaskan satu persatu benar-benar memiliku hubungan yang dapat dikaitkan. Sebagai mahasiswa baru yang berkewarganegaraan Indonesia dan bertanah air Indonesia, tentu saja harus menjunjung tinggi falsafah hidup dan ideologi NKRI yang dilambangkan dengan pancasila. Di dalam pancasila pun, terdapat sila ketuhanan yang merupakan sila pertama. Hal ini harus ditanggapi tidak hanya dengan memahami secara substantive dari masing-masing sila yang ada, namun juga turut serta mengamalkan nilai-nilai yang ada.

Selanjutnya, nantinya sebagai alumnus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dalam peran sertanya di pembangunan Indonesia, harus tetap menjunjung tinggi etika-etika keteknikan dan nilai-nilai ketuhanan. Segala bentuk yang menyalahi aturan-aturan di atas harus ditindak dengan peraturan tegas yang berlaku. Karena pada hakikatnya, jika masing-masing insinyur menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, kemajuan Indonesia bukanlah sebuah kenistaan.

Sebagai penutup, saya mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengaku perlu untuk mempercayai, memahami, dan melaksanakan ketiga poin di atas selama melakukan aktivitas professional kami. Dan saya harapkan di dalam agenda-agenda yang disusun dalam PPSMB Prisma ini, saya dapat belajar untuk mempercayai, memahami, dan melaksanakan ketiga poin di atas agar dapat membentuk karakter yang tepat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

09. September 2014 by gdputra
Categories: Artikel | Leave a comment

Template Skripsi LaTeX JTETI UGM

Template skripsi dengan typesetting LaTeX untuk Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Template ini saya gunakan untuk menyelesaikan skripsi saya. Silakan gunakan template ini jika anda berminat.

Template disimpan dalam repository Github agar mudah dalam koreksi, dan pengembangannya ke depan. Kamu juga sangat sangat dibolehkan untuk turut berkontribusi dalam pengembangan template ini dengan ForkPull RequestCreate New Issue, atau turut menjadi kontributor pada repo ini.

Link download ada di bagian README, silakan scroll sedikit ke bawah.

Template Proposal Skripsi

https://github.com/gtrdp/template-proposal-skripsi.

Template Naskah Skripsi

https://github.com/gtrdp/template-skripsi.

Template Makalah Skripsi

Saya sengaja tidak membuat template makalah skripsi karena bagian pengajaran JTETI minta softcopy makalah skripsi dalam format .doc, bukan .tex atau .pdf, karena akan disatukan dengan makalah skripsi mahasiswa lain untuk dijadikan jurnal penelitian JTETI.

Semoga bermanfaat.

22. April 2014 by gdputra
Categories: Artikel | 2 comments

Cara Kirim Uang ke Luar Negeri via Bank BNI

Alternatif kirim uang ke Luar Negeri selain lewat Western Union.

Caranya

Jika kamu ingin kirim uang ke LN via Bank BNI, caranya gampang:

  • siapkan informasi penerima,
  • pergi ke kantor Bank BNI,
  • isi form kirim uang luar negeri (remittance),
  • setorkan form ke teller,
  • pembayaran bisa cash atau di-debit dari rekening kamu.

Syaratnya

  • SWIFT code (atau dikenal juga dengan BIC code) Bank tujuan. Kalau tidak tau bisa dicari di http://www.theswiftcodes.com/.
  • IBAN code (International Bank Account Number) atau nomor rekening internasional Bank tujuan.
  • Nama Bank tujuan beserta negaranya.
  • Nama pemilik rekening.

Biayanya

Menurut standar BNI, biaya transfer adalah 20 ribu rupiah. Namun dikenakan biaya korespondensi juga:

  • Mata uang USD: 20 USD,
  • mata uang EUR: 30 EUR.

Lamanya

Bukti pengiriman bisa didapatkan langsung pada saat itu juga, tinggal menunggu beberapa menit. Tapi uang kiriman baru akan sampai ke tujuan beberapa jam kemudian di hari yang sama.

Jika ada kesalahan penginputan, maka transaksi ditolak. Kamu akan dihubungi oleh BNI, apakah ingin kirim ulang dengan membenarkan informasi penerima, atau transaksi dibatalkan dan uang kembali.

19. March 2014 by gdputra
Categories: Artikel, Tips dan Triks | Tags: , , , , , | 28 comments

← Older posts

Newer posts →